Pertama kali dalam 111 tahun, Santos terdegradasi dari liga utama Brasil. Klub raksasa tersebut menempati posisi ke-17 dengan total 43 poin, dan harus turun ke kasta kedua. Kegagalan Santos bertahan di kasta teratas sepak bola Brasil, membuat para fans kecewa dan berakhir membuat kericuhan. 

Baca juga: Jaksa Tuntut Hukuman 4 Tahun, Karir Paul Pogba Berakhir karena Kasus Doping

Para fans yang tidak terima dengan kekalahan Santos FC, kemudian meluapkan amarah dengan cara merusak fasilitas umum, dan terlihat membakar bus dan mobil di sekitar Stadion Urbano Caldeira. 

Santos Terdegradasi Usai Kalah dari Fortaleza

Santos FC telah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua, usai kalah 1-2 dari Fortaleza. Kekalahan tersebut membuat Santos berakhir di peringkat 17, yang merupakan batas akhir dari zona degradasi. 

Santos FC sendiri hanya mengoleksi 43 poin dari 38 total pertandingan Serie A Brasil, musim 2023. Klub yang melahirkan pesepak bola terbaik seperti Pele dan Neymar ini, tampil buruk dengan total 17 kekalahan, 11 kali seri dan hanya 10 kali menang. Melihat performa tersebut, tidak mengherankan jika Santos terjebak di posisi papan bawah, bahkan berakhir terdegradasi. 

Satu peringkat di atas Santos, terdapat Bahia, yang meraih total 44 poin setelah menang 4-1 dalam laga melawan Atletico Mineiro. Kemenangan inilah yang membawa Bahia unggul satu poin, serta membuat Santos terdegradasi dari Serie A Brasil, setelah 111 tahun. 

Dengan degradasi Santos FC, kini hanya tersisa dua klub saja yang belum pernah turun kasta dari liga tertinggi Brasil, yaitu Sao Paulo dan Flamengo. Di pertandingan musim ini sendiri, Sao Paulo berada di peringkat ke-11, sedangkan Flamengo menempati posisi papan atas, di peringkat ke-4.

Fans yang Kecewa Berbuat Kericuhan

Santos terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Brasil untuk pertama kalinya dalam sejarah. Para fans yang kecewa dan tidak terima dengan hasil tersebut, kemudian mengamuk dan memicu kericuhan di sekitar Stadion Urbano Caldeira. Sejumlah suporter tampak membakar tiga buah bus dan juga beberapa mobil, termasuk mobil milik penyerang Santos Stiven Mendoza. 

Sebelumnya, para suporter yang menonton pertandingan, juga tampak melemparkan berbagai benda ke tengah lapangan. Para pesepak bola dari tim lawan kemudian berhambur masuk ke ruang ganti, sementara pemain Santos FC masih bertahan di lapangan. Beberapa di antaranya bahkan tampak menangis, sementara penonton di satu sisi mulai berhambur ke tengah lapangan. 

Baca juga: Sanski Berat! PSIS Dihukum Tanpa Penonton Hingga Liga 1 Musim 23/24 Berakhir

Kekecewaan atas kabar Santos terdegradasi ke kasta kedua, semakin bertambah dalam, dengan keluarnya Palmeiras sebagai juara Serie A musim ini. Klub rival tersebut telah menjadi juara hingga dua kali berturut-turut, sementara Santos gagal mempertahankan posisinya di kasta tertinggi sepak bola Brasil. 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version